Sadewa, bukan Sang Dewa

Rico Sadewa

Mas Hendra, pemilik BOC Indonesia, sudah mau membantu KupuBuku untuk transformasi website menjadi sebuah situs crowdfunding donasi buku. Kalau sudah begitu, apa Mas Hendra sendiri yang akan ngoprek website KupuBuku?

Selang beberapa hari setelah bertemu Mas Hendra di rumahnya, kami lanjut bertemu lagi di kantornya: BOC Indonesia. Kantornya ada di Jalan Narakusuma, daerah Tanjung Bungkak. Masih seputaran Denpasar, dekat Jalan Hayam Wuruk dan Arts Centre yang rajin menggelar Pesta Kesenian Bali tiap tahun.

Naaaah, di kantornya ini Mas Hendra ngenalkan saya dengan Rico (atau Richo) Sadewa. Panggilannya Riko. Bukan Sadewa. Bukan juga Dewa. Urusan transformasi website KupuBuku akan dioprek sama Riko. Mas Hendra mengawasi perkembangannya dari belakang. Tut wuri handayani, kata Ki Hajar Dewantara.

Jadilah saya sering mojok dengan Riko. Kami ketemu seminggu sekali. Sebelum ketemu, saya kirim email dulu ke Riko dan Mas Hendra. Ngasih tau apa saja yang perlu dioprek. Pas ketemu Riko di kantor BOC Indonesia, kami langsung ngoprek website KupuBuku.

Walhasil, selama proses transformasi ini saya merasa balik kampus lagi. Sering-sering ketemu pembimbing buat konsultasi skripsi. Untungnya, Riko penyabar dan tidak pernah corat-coret sembarangan karya yang sudah dibuat mahasiswanya.

BOC Indonesia memang luar biasa! Ini bukan pesan titipan dari Mas Hendra. Asli dari pengalaman saya sendiri. Tim BOC Indonesia dengan sabar meluangkan waktu, tenaga dan pikiran selama transformasi website KupuBuku berlangsung. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih tak terhingga atas budi baik BOC Indonesia.

 

Bagikan juga di:

Tulis komentar